Terorisme bukan tidak dapat dihilangkan. Terorisme dapat dihentikan dengan menghapuskan kerangka dasar ideologinya. Ketika toleransi dan kedamaian sebagaimana diperintahkan Tuhan menguasai dunia, terorisme pada akhirnya akan tercampakkan dalam lembaran-lembaran gelap sejarah.
Di berbagai belahan dunia, terdapat banyak manusia yang tertindas dan teraniaya. Mereka hidup sangat miskin, tanpa rumah dan tempat berlindung. Mereka rentan terjangkiti penyakit dan, kalaupun ada, layanan kesehatan yang mereka terima kuranglah memadai. Hanya ada satu jalan keluar bagi ketidakadilan, kekacauan, ketakutan, pembantaian, kelaparan, kemiskinan dan penindasan di dunia ini: akhlak Qur’ani; seperti rela berkorban demi kebaikan orang lain, saling berkasih sayang dan berbuat adil terhadap sesama. Saksikan film ini untuk memahami bahwa satu-satunya jalan keselamatan bagi kaum lemah, teraniaya, fakir dan miskin tersebut adalah dengan menerapkan petunjuk Al Qur’an, yang diturunkan untuk seluruh umat manusia.
Setanisme… Jalan gelap menuju neraka… Inilah jalan yang dipilih oleh mereka yang telah disesatkan oleh setan dan yang kini telah menjadi pengikutnya. Dalam film ini, selain sejarah hitam Setanisme, akan Anda saksikan pula persekutuan berdarah antara setanisme dan paham lain seperti ateisme dan materialisme. Akan Anda pahami bagaimana mereka bekerja sama bahu-membahu untuk memalingkan manusia dari jalan Allah dan memperdaya mereka dengan janji-janji kosong. Dengan cara ini mereka bertujuan menjerumuskan manusia agar menjalani kehidupan kekal di dalam neraka.
Harimau yang tersamarkan secara sempurna, dengan ketangkasan, taring, cakar, kecepatan dan kekuatannya, merupakan seekor pemburu sempurna. Satu ciri khas harimau lainnya adalah ia tidak pernah berada pada posisi sedemikian hingga angin bertiup dari arah belakangnya. Sebab hal ini akan menerbangkan aroma tubuhnya ke arah mangsanya dan menyebabkan keberadaannya diketahui. Selain harimau, akan Anda saksikan dalam film ini beragam satwa dengan keahlian menyamarkan diri yang sempurna. Mustahil aneka ketrampilan menakjubkan ini, yang diperlukan hewan untuk berburu dan melindungi diri, ada dengan sendirinya tanpa disengaja atau dipelajari oleh hewan itu sendiri. Semua ini menunjukkan bahwa Allahlah yang telah menciptakan mereka beserta segala ciri yang mereka butuhkan.
Nabi yang seringkali disebut sebagai panutan di dalam Al Qur’an adalah Nabi Musa (as), namanya muncul dalam 34 surat yang berbeda. Kita dapat menemukan banyak informasi tentang kehidupan Nabi Musa dalam tiga surat terpanjang (Al A’raaf, Thaa Haa dan Al Qashas). Seluruh surat dan ayat ini memberikan kisah rinci tentang berbagai kesulitannya dalam menghadapi Fir’aun, masa kecilnya, perilaku buruk kaumnya dan perjuangannya menyampaikan risalah kepada mereka. Keberaniaannya yang pantang surut menghadapi kesulitan yang teramat besar dikisahkan sebagai teladan bagi manusia. Dalam film ini kita akan mengkaji kehidupan Nabi Musa (as) sebagaimana dipaparkan Al Qur’an, termasuk sejumlah peristiwa yang dilaluinya. Pada intinya, beragam peristiwa dalam kehidupan Nabi Musa tidak sepatutnya dianggap hanya sebagai peristiwa masa lampau, melainkan sebagai kejadian dan teladan yang menerangi kehidupan kita sendiri di masa kini.
Kebanyakan manusia beranggapan bahwa teori evolusi rumusan Darwin adalah sebuah kebenaran ilmiah. Akan tetapi teori ini ternyata hanyalah sebuah dongeng abad ke-19 yang keabsahannya telah ditolak ilmu pengetahuan abad ini. Berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti biokimia, mikrobiologi, genetika, paleontologi dan anatomi yang dirintis sejak kemunculan teori tersebut telah menunjukkan bahwa teori evolusi ternyata tidak lebih dari sebuah skenario khayalan belaka. Ketika ilmu pengetahuan menggugurkan teori evolusi, maka ini berarti teori tersebut menunjukkan asal usul kehidupan yang sesungguhnya: Penciptaan... Seluruh makhluk hidup diciptakan secara sempurna tanpa cacat oleh Allah, tanpa mengalami proses evolusi sedikit pun sejak pertama kali diciptakan. Film dokumenter ini terdiri dari tiga bagian: 1) Asal Usul Kehidupan 2) Mekanisme Rekaan Terjadinya Evolusi 3) Catatan Fosil